Salah Jatuh Cinta



       
               Semilir angin membuat baju merah marunku menari lembut, pohon cemara yang menjulang tinggi ikut bergerak riang, awan berarak seirama, burung yang bernyayi bahagia, ombak yang turut berdebur dengan semangat, hatiku ikut terpaut menyaksikan keadaan alam yang sehati dengan senandungku.
                Mataku mengerjap sesekali, sambil terus menikmati pemandangan sekitar, yang kemudian membuat mataku bertumpu pada satu sudut. Seorang pria dengan baju biru muda. Duduk melamun. Aku terus memperhatikannya, sampai dengan tidak sadar aku menyunggingkan bibirku dan tersenyum. Entah kenapa aku tersipu sendiri saat melihat wajahnya. Segera kupalingkan wajahku, takut kalau dia melihatku yang salah tingkah. Kuberanikan melihatnya lagi, tapi
aku tak menemukan sosok itu. Jadi kuputuskan untuk pulang saja, tapi tunggu, dia ada tepat dibelakangku, tetap dengan senyumannya yang sama, seketika saja jantungku berhenti berdegup, mataku basah bukan karena terharu, melainkan seorang pria yang juga berdiri dibelakangnya berkata ramah, “terimakasih, telah menemukan pasien rumah sakit jiwa kami.” Kuarasa, cinta paling buta adalah cinta pada pandangan pertama, yang berhasil mebuatku jatuh cinta pada orang gila.

Komentar