Perlahan, jatuh
Pernah sekali aku jatuh, belum dalam kala itu Tapi, terjalan jurang yang tajam membuatku terluka perlahan-lahan Luka yang baru kurasakan, tetap menganga menyedihkan Lagi kucoba mendaki, namun langkahku yang salah mebuatku terjerumus dan terjebak Dalam, lebih dalam lagi Kemudian duri bebatuan menancap bebas Membuatku lama terdiam, menahan Hingga sekarang aku masih meratap Hampir mati didalam jurang Sakit, haus, lapar, kesepian, benci, semua berbaur menjadi penyesalan yang terjal Ingin mencoba sekali lagi, membiarkan sisa air mataku melangkah, lagi Tapi keraguan sudah menyeruak dan bersarang Sedang buah simalakama disekitarku mencoba merayu Makan atau tidak? Bertahan atau membusuk? Hidup atau mati? Aku terlanjur bersemayam nyaman didalam kejatuhanku Terlalu letih untuk setidaknya menjawab pertanyaanku sendiri Biarlah jatuh setidaknya menjadi saksi
